Yoyoh Yusroh Testimoni

Testimonial mengenai Almarhumah Yoyoh Yusroh

Langkah Cinta untuk Indonesia dan Keluarga

with 2 comments

Mengenang Pejuang Sejati: Ustadzah Yoyoh Yusroh, S.Pd.I

Mengenang Ibu Sejati: Ustadzah Yoyoh Yusroh, S.Pd.I

Telah Terbit*

  • Buku “LANGKAH CINTA UNTUK INDONESIA”
  • Penulis: Tim FP
  • Tebal 243 halaman. Ukuran 21 x 15 cm
  • LANGKAH CINTA UNTUK INDONESIA memaparkan kiprah perjuangan Ustadzah Yoyoh Yusroh dalam mengusung agenda-agenda ummat di lembaga legislatif dan juga pengabdiannya yang total di tengah-tengah masyarakat. Pengakuan para tokoh bersanding dengan harapan besar para kolega turut mengiringi langkah cinta Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk kemajuan Indonesia. Demi Indonesia yang bermartabat, dunia dan akhirat.
dan
  • Buku “LANGKAH CINTA UNTUK KELUARGA”
  • Penulis: Tim FP
  • Tebal 114 halaman. Ukuran 21 x 15 cm
  • LANGKAH CINTA UNTUK KELUARGA berisikan kisah-kisah teladan Ustadzah Yoyoh Yusroh dan perjuangannya merealisasikan visi keluarga dakwah yang selama ini diembannya. Bagi Ustadzah Yoyoh Yusroh, membesarkan ketigabelas anaknya tidaklah sekedar mengantarkan mereka ke gerbang kampus, tetapi hingga gerbang Syurga kelak. Penuturan polos putra-putrinya dan suka-duka dalam keseharian juga tak lupa termuat di dalamnya, tentu dengan berbagai ibroh yang dapat dipetik, menjadi inspirasi tersendiri bagi pembaca.
(Dua buku dalam satu paket) Dengan harga Rp 99.000
Seluruh keuntungan akan digunakan untuk Yayasan Ummu Habibah dan dakwah.
_________________________________________________________________________________________________
Pemesanan dapat dilakukan dengan menghubungi 08159064143 atau 08128293782 via telp, SMS, atau mengisi comment di bawah postingan ini dengan mencantumkan Nama Lengkap, No HP, dan Jumlah Pesanan.
*Transaksi dan pengiriman InsyaAllah akan dimulai pekan awal Ramadhan. Jzk

Written by yoyohyusrohtestimoni

26/07/2011 at 22:23

Ditulis dalam pengumuman

secarik kertas di garasi rumah

with one comment

Mbak dwi, salah seorang teman Ummi @yoyohyusroh terheran, beliau menemukan secarik kertas di bagasi rumah. Kertas lusuh, yang awalnya beliau kira sampah.

Begitu dibaca, ternyata carik itu adalah goresan hati putri ummi @yoyohyusroh yang ke 12, Helma Hamimah (usia 9 tahun)

Berikut isi kertas itu:

UMMI…
 
Sungguh aku tak menyangka bahwa hari ini akan menjadi hari duka
di pesantren aku bangun mereka sudah diselimuti air mata
aku terus berdo’a kepada Allah SWT seelah itu aku ingin sekali menjenguk Ummi,
belum sempat aku berkata-kata Ummi sudah meninggal
aku berusaha menahan air mata, namun sedikit air mata pun tak kuasa pun menahan,
maka bulir air mata jatuh hingga pipiku lembab atau lalu tak meneruskan tangisanku
yaa Allah ia masih mempunyai 13 anak dan mempunyai 1 pesantren.
Yaa Allah, aku hampir tak bisa mengikhlaskan kejadian ini yang sungguh pahit,
ditambah laki Abang-abangku, juga ikut kecelakaan, hanya salam yang selalu menyertai Ibu,
ingat aku anakmu, Helma Hamimah.
Jantungku berdetak kencang kenapa aku harus menjadi piatu
Yaa Rabbi aku harus terima semua ini
Selamat tinggal ibuku tercinta, Semoga kau aman di akhirat-Nya
Sedih itu tak kunjung ku ratapi
Angin semilir menyanyikan duka, ranting-ranting pohon berlagu sendu.
Riak air danau bersandung haru…
Sebelum kemeninggalan Ummi Siangnya aku menyanyikan lagu Ibu
Apakah ini ada hubungannya dengan Ummi?
Benak jiwaku penuh penasaran
Salam manis
Ummiku tercinta
 
Annakmu Helma – Hamimah

Written by yoyohyusrohtestimoni

13/06/2011 at 20:19

Ditulis dalam Uncategorized

Remote TV

with one comment

Ditulis oleh Asma Karimah, putri Almrh.

http://nyakbabe.tumblr.com/post/6472808485/remote-tv

suatu sore, beberapa hari yang lalu, saat sedang mencari plastik, aku
melihat kotak sepatu umi. reflek kubuka kotak itu. dan apa yang
kutemukan? selain lotion kesukaan umi, ada remote tv di sana. hufh..
kembali hatiku tersayat rindu, seperti tiap kali aku mengingat
perempuan tersayang itu. remote tv. ada suatu cerita tentang remote tv
yang masih lekat benar dalam ingatanku, tepat di hari terakhir aku
berjumpa dengannya. ya, pada pagi hari sebelum umi berangkat ke jogja.
saat itu, adik2 sedang bersiap untuk pergi ke sekolah. aku ikut dalam
aktivitas pagi di ruang tengah. ja’far ada di depan tv, menonton
berita pagi. umi berada tak jauh dari jafar. “remote mana nih?” ujar
ja’far. “mi, liat remote gak?” “umi umpetin,” jawab umi. umi memang
kurang suka kalau anak-anaknya banyak nonton tv.

malamnya, saat umi pulang dari bandung, area depan tv memang penuh
dengan kursi yang berantakan. “hehe.. hanya umi dan Allah yang tau..”
tambah umi. aku yang mengamati adegan itu memperhatikan mata umi
seperti sedang mencari cari sesuatu, bolak-balik kamar-ruang tengah.
“mi.. mana dong, nonton berita kan bagus mi..” kata ja’far. umi
tersenyum lebar ”he..umi lupa naronya..” “wah mi.. itu mah hanya Allah
yang tau..” imbuh Ja’far. kontan umi, aku, salma, dan ka barnard yang
berada di ruang tengah tertawa.

ya, pagi itu umi sumringah benar. penuh senyum dan berbinar-binar. ah
umi.. note: remote tv di kotak sepatu itu, sampai saat ini masih
kubiarkan tersimpan manis di sana. beberapa kali sempat ada yang
menanyakan keberadaan remote tv, tapi aku bilang “rahasia..” 06.13.11

Written by yoyohyusrohtestimoni

13/06/2011 at 15:58

Ditulis dalam Uncategorized

Wrong Number

with 2 comments

Dakwatuna.com – Dari catatan salah seorang putra Ustazah Yoyoh Yusroh, Aizza Jundana. Semoga bermanfaat.

Wednesday, July 04, 2007.

This is a real and true story. A story about my beloved mother’s real experience.
One day – one year ago, my mother sent a message to her friend from her phone. The message was like this: “أنا أحبك في ألله” (I love you in Allah). A few minutes later, a woman called my mother. While she cried and sobbing she asked my mother “What was your message mean? I don’t understand.” My mother said: “I’m sorry, Do I know you? I never sent a message to you. I’ve sent that message to my friend which is in my phone book. It is impossible delivered to you. I didn’t even have your number.” And then that woman told my mother about her self. She was on the edge of balcony in her apartment. She wanted to commit a suicide by jumping from balcony. But a message from my mother stopped her to do that. She saw a message from a strange number that written in Arabic. So, she decided to call that number, my mother’s number and ask the meaning of that message. She frustrated because her husband cheated with his secretary and lied to her, her husband said he want to do some office work outside the town.
In fact, he was in vacation with his mistress. When she heard about that, she decided to kill her self. After hearing the stories from that woman, my mother told her the meaning of that message: “I love you because of Allah.” Soon afterward, she canceled her plan to commit suicide. Then she and my mother become friend. It was a fate. Maybe Allah gave her a second chance to continue her life by a missed-wrong addressed message. Allah turned that message to her phone.

Terjemahan:
Rabu, 4 Juli, 2007

Ini adalah sebuah kisah nyata dari pengalaman ibuku.

Suatu hari setahun yang lalu, ibu mengirim sebuah sms pada temannya. Pesan itu berbunyi: “أنا أحبك في ألله”.

Beberapa menit setelah pesan tersebut terkirim, tiba-tiba ada nomor tak dikenal menelepon ibu. Ketika diangkat, ternyata di ujung telepon yang lain ada seorang wanita yang menangis tersedu-sedu, lalu bertanya, “Apa arti smsmu? Aku tidak paham.”

Ibu tentu kebingungan dan bertanya balik, “maaf, apa saya kenal anda? Saya tak pernah mengirim pesan kepada anda. Saya mengirim pesan kepada teman saya yang nomornya ada di phonebook (buku telepon) ponsel saya. Tak mungkin pesan itu terkirim pada anda. Saya bahkan tak tahu nomor anda.”

Kemudian wanita itu pun bercerita tentang dirinya. Ternyata ia sedang di ujung balkon apartemennya. Ia berencana akan bunuh diri, meloncat dari balkon. Tetapi, sebuah pesan dari ibu menghentikannya. Sebuah pesan dalam bahasa arab, yang datang dari nomor yang tak dikenalnya.

Ia lalu memutuskan menelepon nomor asing tersebut, nomor ibuku, bertanya tentang arti kalimat dalam bahasa arab itu

Ia pun bercerita pada ibu bahwa ia frustasi. Suaminya berselingkuh dengan sekretarisnya, dan berbohong mengenainya. Bahkan pada saat itu ia sedang berlibur dengan wanita selingkuhannya itu. Saat ia mendengar kabar perselingkuhan itu, ia pun memutuskan untuk mengakhiri hidupnya.

Setelah mendengar cerita wanita tersebut, ibu menyampaikan padanya arti kalimat dalam bahasa arab itu: “aku mencintaimu karena Allah”.
Akhirnya, ia pun membatalkan rencana bunuh dirinya. Dan ia dan ibuku kemudian menjadi teman.

Ini adalah takdir. Mungkin Allah ingin memberi wanita tersebut kesempatan keduanya melalui sebuah pesan nyasar. Allahlah yang me”nyasar”kan pesan itu.

La haula wala quwwata illa billah.

Written by yoyohyusrohtestimoni

02/06/2011 at 18:19

Ditulis dalam Uncategorized

Kematian Sebuah Misteri

leave a comment »

(Artikel terakhir yang ditulis oleh Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk sebuah majalah)

Kematian Sebuah Misteri

Siapapun manusia didunia ini, baik ulama, cendikiawan, dokter, psycholog, para normal atau apapun statusnya tidak akan tahu kapan hari, jam,  dan tanggal kematiannya. Karena kematian seseorang merupakan hak prerogative Allah SWT yang tidak pernah diumumkan kepada manusia.

Untuk para hamba yang memiliki pemahaman seperti ini, ia akan selalu siaga untuk menghadapi hari kematiannya dengan berbagai amal yang diridhoi Allah SWT. Siaga menghadapi kematian melebihi kesiagaan dalam hal lain. Misalnya saat ini banyak orang melakukan siaga bencana, siaga perang, siaga banjir dan siaga-siaga lainya tapi luput programnya dari siaga kematian. Padahal kematian adalah sebuah misteri, ia akan merenggut siapa saja didunia ini dengan tidak mengenal usia. Bukan hanya orang tua, tetapi anak muda, remaja bahkan bayi sekalipun dapat meninggal tanpa diprediksi. Kematian juga tidak mengenal apakah orang itu sakit atau sehat, karena  terbukti orang yang sehat, segar dan bugar juga bisa mengalami mati mendadak.

Kematian juga tidak selalu  dialami seseorang secara sendirian, karena bila Allah SWT menghendaki kematian bisa dialami oleh sebuah komunitas, atau suatu bangsa di suatu daerah , atau suatu wilayah atau suatu negara dalam jumlah yang sangat menakjubkan. Contoh peristiwa gempa bumi di Padang Sumatera Barat  atau Tsunami di Aceh dan yang terakhir di Jepang.

Sebagai seorang muslim kematian yang didambakan adalah mati syahid dalam membela agama Allah SWT, mempertahankan hak seperti yang dilakukan oleh saudara kita yang ada di Palestina saat ini dalam melawan Israel yang mengambil tanah mereka, menguasai masjid Al Aqsa dan berbagai hak hidup mereka. Namun karena kematian sebuah misteri tidak semua mereka yang berjuang mendapat karunia syahadah seperti yang di harapkan.

Ada juga  yang mengharapkan kematian  setelah melakukan ibadah seperti setelah selesai sholat, setelah berbuka puasa atau setelah selesai melaksanakan ibadah  haji,atau ibadah-ibadah lainnya.  Banyak harapan mereka yang dikabulkan Allah SWT.  Rita seorang aktifis dakwah di kota Tangerang teman saya menceritakan bahwa pada bulan Ramadhan tahun 2009 seorang bapak bernama Ahmad ikut  sholat tarawih. Setelah selesai sholat dan sedang berdzikir, ia terjatuh dan kemudian  meninggal dunia.  Cerita lain tentang  seorang ibu yang baru selesai berbuka kemudian terjatuh dan segera dilarikan kerumah sakit. Tak lama kemudian ia  meninggal dirumah sakit.

Ada lagi peristiwa  yang  sangat memilukan. Seorang ibu yang baru selesai menunaikan ibadah haji  meninggal di pesawat GA 981. Ketika ia menaiki tangga,  pas di anak tangga yang terakhir dekat pintu ia terjatuh dalam posisi duduk. Kebetulan penulis duduk di dekat pintu sehingga terlihat  jelas bagaimana ia terjatuh dan dibantu suaminya untuk duduk. Ia terlihat sangat lemah , sehingga dibaringkan dan di gotong oleh teman-temannya sesama jamaah haji dari Solo. Saat digotong  dan lewat di hadapan  penulis, penulis  berdiri dan sempat memegang kakinya yang  terasa sangat dingin. Kemudian pramugari melalui pengeras suara menanyakan siapa penumpang  yang dokter. Ia mohon bantuannya untuk menolong pasien yang sedang sakit. Ternyata ada dua dokter laki laki dan perempuan yang siap menolong, kemudian agak ramai mereka mondar mandir karena posisi duduk ibu Hartati-nama ibu itu-  di kelas ekonomi agak rumit untuk mendapat bantuan. Akhirnya kebijakan crew pesawat ibu Hartati di pindahkan ke kelas bisnis untuk memudahkan pengurusannya.

Setelah pesawat take off beberapa menit dan suasana agak tenang, masing masing petugas duduk kembali ke kursi masing masing. Penulis mencoba melihat ibu Hartati di tempatnya, ternyata beliau tidur mendengkur disebelah suaminya. Tidak lama kemudian  terlihat suasana yang agak ribut.  Ternyata ibu Hartati sudah meninggal. Ia meninggal  dalam posisi duduk.  Terpikir oleh penulis tidak mungkin selama 9 jam mayat bisa bertahan duduk di kursi. Akhirnya setelah musyawarah dengan crew pesawat jenazah ibu Hartati  diletakkan dibelakang barisan kursi bisnis terakhir dengan beralaskan plastik. Hal ini menjadi PR bagi penulis untuk memberi masukan kepada pihak penerbangan. Ketika rapat kerja bulan Mei 2010  dengan pengelola maskapai Garuda di komisi VIII yang membincang masalah biaya penerbangan haji,  penulis sampaikan kepada Dirut Garuda pak Emir Sattar  bahwa penerbangan harus selalu mempersiapkan KIT untuk jenazah berupa kantong mayat, karena sangat mungkin dalam penerbangan jauh atau dekat ada seseorang yang tiba ajalnya. Saat itu beliau mengaminkan, dan mudah-mudahan sekarang sudah  direalisasikan.

Itulah kematian yang merupakan hak  penuh Allah  SWT,  yang tidak bisa di duga oleh siapapun. Ia adalah لا يستاءخرون ساعة ولايستقدمون….. Tidak bisa ditunda sedikitpun atau di percepat. Wallahu  a’lam bis showwab.

Madinah Almunawwarah

23/04/2011

Yoyoh Yusroh

Written by yoyohyusrohtestimoni

31/05/2011 at 21:47

Ditulis dalam nasihat

kirim testimoni, pengalaman, kisah anda bersama Bunda Yoyoh Yusroh semasa Hidup ke yoyohyusrohtestimoni@gmail.com

leave a comment »

Written by yoyohyusrohtestimoni

31/05/2011 at 13:06

Ditulis dalam Uncategorized

#BundaYoyoh: sebuah kultwit tentang almarhumah oleh salah satu anaknya

with 3 comments

Ditulis oleh Huda Robbani at Twitter @hudarrr 28 May 2011

Pengen menunaikan janji utk kultwit ttg nyokap dengan hashtag #BundaYoyoh:)

Bertepatan dgn seminggu kepergiannya ini, scr umum saya akan kultiwt ttg tanda2 sblm beliau meninggal, kronologis, dan prosesi pmkmnnya

Smg bs menjawab bbrp hal dan meluruskan apa yg krg benar. Selamat menyimak..

Pertama, mengenai beberapa pertanda yg tdk biasa dr #BundaYoyoh sblm kepergiannya

1. #Tanda1: Sebulan yg lalu, tdk biasanya Ummi mandi di kantor dan mengenakan minyak wangi byk2 #BundaYoyoh
2. Lalu Ummi nyeletuk ke asprinya di DPR (Mb Effie): “Fie, kyny sbntr lg aku meninggal deh. Mkny aku bersih2. Siap2 ktm Allah” #BundaYoyoh
3. Mbak Effie hny menyahut: “Masa sih bu?” Menganggap itu hny candaan #BundaYoyoh
4. #Tanda2 Setahun belakangan, Ummi jg sering tiba2 bilang ke Abi: “Bi, abi siap gak kalo Ummi nanti meninggal?” Abi diam #BundaYoyoh
5. Lalu lanjut Ummi: “Kalau Ummi Insya Allah siap. Tapi gmn dengan Abi dan anak2?” #BundaYoyoh
6. #Tanda 3: Bbrp hari sblm kejadian, di rumah Mak Haji (nenek saya, ibunya Ummi) di Tangerang yg skrg jd tmpt ummi dimakamkan #BundaYoyoh
7. Tdk biasanya didatangi sgerombolan burung2 kecil. Org2 heran&bertanya ke Mak Haji: “Mak, akhir2 ini knp byk bgt burung ya..?” #BundaYoyoh
8. Mak Haji jawab, “Iya nih..Kalo kata org dulu sih, tandanya bakal ada org besar yg meninggal”:) #BundaYoyoh
9. #Tanda4: Tgl 17 Mei 2011, Ummi sempat merekam satu video nasehat utk ditayangkan di suatu acara #BundaYoyoh
10. Tdk disangka, video yg tanpa skrip itu merupakan rekaman trkhr Ummi semasa hidup #BundaYoyoh
11. Dan di akhir nasehatnya Ummi bilang: “Insya Allah kita akan bertemu di syurga”:) #BundaYoyoh
12. Video perpisahan trsbt dpt disaksikan disini http://bit.ly/j10X35 #BundaYoyoh
13. #Tanda5: Tgl 18 Mei 2011,sy&kakak2 sy yg tertua tiba2 dpt email(trkhr)dr Ummi pkl 08:31 WIB dgn sub: Nasehat utk Sang Putera #BundaYoyoh
14. Email tsb brisi wasiat2/nasehat2 panduan hidup yg sgt mnyntuh. Abg sy @aizzajundana mempostnya disini -> http://bit.ly/mdJ1Xr #BundaYoyoh
15. #Tanda6: Ummi smpt memesan ke asprinya ratusan box snack utk ‘acara’ hr Sabtu 21 Mei pkl 10:00 WIB #BundaYoyoh
16. Ketika belakangan dicek, kt sadar bhw Ummi sdg ga pny agenda jam segitu. Dan blkgn jg kita sm2 tahu #BundaYoyoh
17. Bahwa Sabtu 21 Mei pkl 10:00 WIB kmrn itu adalah saat jenazah Ummi tiba di tmpt persemayaman (Kalibata) #BundaYoyoh
18. Sehingga akhrnya snack itu digunakan utk konsumsi para pelayat #BundaYoyoh
19. #Tanda7: Ketika di Magelang, 2 hr sblm kecelakaan, keluarga disana mencoba utk mengabadikan foto Ummi sendirian #BundaYoyoh
20. Namun entah knp ketika sdh dipotret hasilnya gagal/tdk terpotret. Hanya ada sekelebatan putih tanpa wajah Ummi #BundaYoyoh
21. Itu terjadi 4x berturut2. Pdhl ktika memotret anggota keluarga yg lain selalu brhsl. Bgitu jg ktk Ummi dipotret tdk sndirian #BundaYoyoh
22. #Tanda8: Bbrp org yg bertemu Ummi 1-2 hr sblm kecelakaan trjd, mmbrikan testimoni bhw mrk melihat Ummi menjadi bgitu berbeda #BundaYoyoh
23. Jadi lbh byk senyum, lbh byk bercanda, terlihat spt lebih awet muda. Ada yg blg Ummi spt berusia 30 thn pdhl usianya 48 thn #BundaYoyoh
24. Dan trdpt bbrp tanda2 lainnya yg bs di-share lain kali, blm semua narasumber cerita jg soalnya:) #BundaYoyoh

Skrg masuk ke bagian kronologi kejadian

25. Ummi brgkt ke Yogya Rabu, 18 Mei 2011 utk menghadiri wisuda @bangumar, abang saya, anak pertama #BundaYoyoh
26. Sengaja melalui perjalanan darat krn ingin silaturrahmi ke Magelang, rmh Eyang Gatot. Kakeknya Abi & mnghdr prnkhn khadimah. #BundaYoyoh
27. Rombongan trdr dr 2 mbl. Mbl Innova hitam trdiri dr Abi,Ummi,Umar (putra1), Sholah (5), Ayyasy (8), KongBun&Hanafi (driver) #BundaYoyoh
28. Stlh wisuda, rombongan smpt ke Magelang silaturrahmi dan mlnjtkn ke pernikahan mbak di rmh yg menikah di blgn Jabar #BundaYoyoh
29. Akhirnya prjlnn dilanjutkan menuju Jakarta melalui tol Palikanci, Cirebon tsb #BundaYoyoh
30. Pada Sabtu dinihari sktr pkl 2, mendadak Pak Hanafi mengantuk, adik saya yg nmr 5 (Sholah) berinisiatif menggantikan #BundaYoyoh
31. Posisi duduknya saat itu adik saya menyetir, disblhnya (dpn kanan) Pak Hanafi. Di tengah kiri Ummi, di tengah kanan Abi #BundaYoyoh
32. Sementara di blkg (dari ki-ka) Ayyasy, Umar, dan Kong Bun #BundaYoyoh
33. Ummi mmg selalu duduk di kursi tengah bagian kiri setiap naik mobil. Itu lokasi favoritnya #BundaYoyoh
34. Di pojok yg sama pula Ummi selalu tilawah/muraja’ah hafalan Qur’annya setiap naik mobil #BundaYoyoh
35. Pada saat kejadian, Ummi mmg tdk mengenakan seatbelt. Abi yg biasa mengingatkan jg lupa mengingatkan Ummi #BundaYoyoh
36. Mobil melaju kencang dgn kecepatan konsisten 120 km/jam, seisi mobil tidur kecuali adik saya yg menyetir #BundaYoyoh
37. Tiba di tikungan tajam lokasi kejadian, adik saya yg sdg tdk dlm kondisi mengantuk mendadak krg antisipastif di tikungan tsb #BundaYoyoh
38. Salah persepsi krn dikira hanya tikungan biasa, bukan tikungan tajam #BundaYoyoh
39. Di tambah saat itu penerangan redup, shingga mata mnjd kurang jeli #BundaYoyoh
40. Karena kaget dan reflek ingin melakukan penyelamatan agar mobil tdk terbalik, adik sy smpt membanting setir #BundaYoyoh
41. Namun tetap kecelakaan tdk bs dihindari, sehingga mobil menabrak pembatas jalan (beton) yg mengenai mobil bag. kiri #BundaYoyoh
42. Tabrakan trjd sgt hebat dan keras, kontan seisi mobil terbangun. Warga berteriak kaget & berduyun dtg #BundaYoyoh
43. Dlm keadaan tsb, sktr 5 menit pertama seisi mobil shock. Kong Bun yg ada di blkg Abi mendadak sdh di tgh #BundaYoyoh
44. Seisi mobil sesak nafas dan tdk tahu hrs berbuat apa. Sholah yg menyetir lgsg buka pintu. Kondisinya tdk knp2 #BundaYoyoh
45. Ia tdk luka sdktpun. Yang lain jg blm merasakan dampak apa2, msh diliputi rasa shock #BundaYoyoh
46. Ummi yg saat itu di tgh bagian kiri mengalami dampak yg plg kuat. Beliau terbentur bagian dpn mobil dgn posisi kepala lgsg #BundaYoyoh
47. Ditambah trdpt dorongan dr blkg,jok lepas shgg dia jatuh tersungkur. Stlh kcelakaan abi smpt membenahi posisinya kmbl ke jok #BundaYoyoh
48. Namun di dahi Ummi sdh mengucur darah, Abi menduga itu hny luka biasa. Nmn sbnrnya kmgknn Ummi tgh mengalami pendarahan #BundaYoyoh
49. Smntr warga yg berduyun2 mencoba mencari pertolongan, dan mencoba membuka pintu disisi ummi dgn linggis dsb #BundaYoyoh
50. Dalam keadaan spt itu, Ummi msh dlm keadaan sadar dan mengabsen anak2nya satu persatu. “Sholah mana? Masih hidup ga?” Dll #BundaYoyoh
51. Ia mengira kondisi yg lain lbh parah dari dirinya. #BundaYoyoh
52. Kemudian tiba2 Ummi smpt mnjd ‘agak emosional’ dan bilang: “Aduh dada Ummi sakit. Rasanya spt mau meninggal” #BundaYoyoh
53. Kontan Abi & seisi mobil mengingatkan: “Istighfar mi”. Umi berucap “Astaghfirullahaladzim” #BundaYoyoh
54. Ummi tiba2 juga berucap: “Abi, Ummi sedang sakaratul maut”. Abi dan seisi mobil krg percaya nmun bilang “Nyebut mi…” #BundaYoyoh
55. Lalu Ummi berucap “Asyhadu anlaa ila hailallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah” dgn lancar #BundaYoyoh
56. (Di titik ini kami lega krn trnyt Ummi telah mengucap syahadat) #BundaYoyoh
57. Trs berulang. Menunggu ambulans datang, Ummi senantiasa menyender di bahu Abi dgn trs berdzikir #BundaYoyoh
58. Ambulans pun datang. Semua yg terluka dibawa masuk terlebih dahulu #BundaYoyoh
59. Dalam perjalanan Ummi sdh dlm keadaan tenang tnp suara, yg lain beristirahat. #BundaYoyoh
60. Namun adik saya yg nomor 8 (Ayyasy) sempat melihat tiba2 dengkul Ummi terangkat dgn sendirinya sebanyak 2x #BundaYoyoh
61. Pada saat itulah kmgknn malaikat pencabut nyawa sdg melaksanakan tugasnya #BundaYoyoh
62. Ketika Sholah dan Pak Hanafi yg belakangan menyusul tiba di RS, jasad Ummi sdh ditutup kain seluruhnya #BundaYoyoh
63. Ummi ternyata telah wafat, menghembuskan nafasnya yg trkhr sktr pkl 03:30 WIB di RS Mitra Plumbon Cirebon #BundaYoyoh
64. Innalillahi wa inna ilaihi raajiun. Umi tlh wafat. Sontak keluarga menangis & mengabari smw pihak utk mengurus pemakamannya #BundaYoyoh

Skrg saya akan msk ke bagian prosesi prsmymn – pemakaman almrhmh

65. Kabar duka mengenai wafatnya Ummi tlh cpt menyebar, baik lwt tv, radio, internet, sms dsb #BundaYoyoh
66. Telah direncanakan utk prosesi persemayaman akan dilakukan di Masjid Baiturrahman Komplek RJA DPR RI Kalibata #BundaYoyoh
67. Smntr jenazah disepakati dimakamkan di rumah nenek saya di Batu Ceper, Tangerang ats permintaan keluarga nenek #BundaYoyoh
69. Mulai dr proses persemayaman hingga pemakaman, byk sekali respon yg dtg #BundaYoyoh
70. Byk sekali yg kehilangan dgn sosok Ummi. Pjbt, anggota dwn dr brbagai fraksi, tokoh nasional, politisi, ikhwah, msyrkt dsb #BundaYoyoh
71. Hal itu trlht jg dr ratusan karangan bunga dan jmlh pentakziyah yg membludak. #BundaYoyoh
71b. Termasuk ucpn belasungkawa dr slrh dunia, berbagai negara dunia #BundaYoyoh
71c. Ismail Haniya jg mengabarkan duka cita warga Palestina krn Ummi adlh WN Kehormatan Palestina #BundaYoyoh
72. Komplek DPR disesaki ribuan org pelayat. Sholat jenazah diadakan 2 shift, itupun 70% pelayat tdk kebagian #BundaYoyoh
73. Ketika jenazah Ummi diangkut ke ambulans, dan konvoi menuju Tangerang, #BundaYoyoh
74. Menurut Patwal yg mengawal, konvoi utama menuju pmkmn diikuti ratusan mobil dgn panjang iring2an lbh dari 3 km #BundaYoyoh
75. Begitu jg ktk di area pemakaman, belasan ribu org memadati lokasi, 80% diantarany tdk tertampung dan tdk bs masuk ke lokasi #BundaYoyoh
76. Alhmdllh itu menandakan Ummi adlh sosok yg begitu berarti bagi byk orang :’) #BundaYoyoh
77. Saya pribadi smpt ikut di proses memandikan, mengafani, dan menyolatkan Almarhumah. Jnzh terasa sgt ringan #BundaYoyoh
78. Dan kami menyaksikan dgn sangat jelas bahwa Ummi meninggal dlm keadaan tersenyum :’)http://lockerz.com/s/103761305:) #BundaYoyoh
79. Alhamdulillah. Semoga itu merupakan pertanda yg jelas bhw beliau meninggal dlm keadaan husnul khotimah:) #BundaYoyoh
80. Kami dari keluarga jg alhamdulillah sdh bs mengikhlaskan kepergiannya #BundaYoyoh
81. Krn kami percaya dr berbagai tanda2 yg diberikan, dr bagaimana almarhumah semasa hidupnya beribadah, #BundaYoyoh
82. Mendidik kami dgn penuh kasih & cinta, mnjlnkn amanah yg diberikannya dgn baik, dan bgmn dia memberikan pengaruh & brbakti #BundaYoyoh
83. Yang luar biasa kpd masyarakat, adlh suatu hal yg memberikan byk hikmah #BundaYoyoh
84. Sehingga ketika Allah Yang Maha Kuasa lbh sayang kepadanya dgn memanggilnya terlebih dahulu, #BundaYoyoh
85. Kami hrs ikhlas dan tabah, serta mudah2an dpt mewujudkan harapan2nya kpd kami #BundaYoyoh #BundaYoyoh
86. Sekaligus meneruskan cita2nya yg belum tercapai. Smg kami bs seperti dia, #BundaYoyoh
87. Wanita luar biasa yg dr rahimnya telah mengandung dan melahirkan kami, yg tlh memberikan teladan kpd kami dgn caranya #BundaYoyoh
88. Mendidik kami dgn penuh cinta, keteladanan & keshalihatan yg luar biasa… #BundaYoyoh
89. Selamat jalan Ummi kami, Ummi Yoyoh Yusroh. Sang mujahidah syahidah. Ila liqo’:) #BundaYoyoh

Written by yoyohyusrohtestimoni

29/05/2011 at 15:02

Ditulis dalam testimoni

Tagged with

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.